PENDAR - teguh APT 18

Renovasi apartemen T18

PERMASALAHAN :

dear pendar..

Saya baru saja beli apartemen type 1 kamar tidur. Tetapi saya berencana nantinya bisa di bangun untuk 2 kamar tidur. 1 kamar tidur utama, 1 lagi buat kamar anak usia 7 tahun. Berikut juga saya lampirkan denah aslinya. Saya sudah mencoba mendesain denahnya. Apakah desain saya itu benar dan mungkin untuk di aplikasikan di lapangan?

(click picture to enlarge)

Trus, saya juga mau nanya tempat dimana saya bisa memesan furniture utk mengisi ruang yang terbatas itu? Oh iya, posisi dapur dan kamar mandi masih asli, tidak saya pindah. Ruangan yang saya butuhkan adalah 2 kamar tidur, ruang keluarga, meja kerja dan meja makan. Meskipun semuanya serba terbatas, tapi harus ada. Saya menginginkan pembagian ruangan itu tidak fix, jadi suatu saat bisa saya pindah2. Misal kamar tidur saya gabungkan dan ruang keluarga pindah ke posisi kamar tidur 2, atau dengan cara-cara yang lain. Yang ingin saya tanyakan adalah :

1.    Contoh desain interior yang efektif & efisien?

2.    Material apa yang cocok untuk furniture/partisi apartemen saya itu?

3.    Kira2 berapa biaya untuk mengisi apartemen saya itu, meliputi : kitchen set, 2 tempat tidur, lemari pakaian, meja kerja, furniture untuk ruang keluarga dll? Saya menyiapkan dana 20 jt-an, apakah cukup?

Terima kasih.

Teguh Darma

SOLUSI DARI pendarchitecture studio :

salam pendar..

Pertama ingin saya luruskan, unit yang anda beli itu bukan type satu kamar tidur, melainkan type studio. Sehingga jika pengembang anda bilang itu satu kamar tidur, anda bisa mengajukan gugatan, saya siap jadi saksi ahli. Biar mereka kapok suka bo’ongin orang!

Mengenai apakah denah yang anda buat bisa diaplikasikan, jawabannya tidak bisa! Karena list ruangan yang anda butuhkan tidak terpenuhi dalam denah itu. Lalu mengenai kebutuhan ruang anda, untuk bisa memenuhinya, saran saya, jual apartemen yang sekarang dan beli yang lebih besar. Apakah anda benar membutuhkan semua itu? Dalam paham saya, manusia adalah makhluk yang beradaptasi. Ketika ruangannya tidak cukup, ya akan dicukupkan. Bukan dipaksakan. Misalnya satu ruangan, pada saat makan, jadi ruang makan; pada saat kerja, jadi ruang kerja; pada saat santai, jadi ruang keluarga. Toh kebutuhan ruangnya tetap meja dan kursi.

Mengenai pembagian ruang yang tidak fix, kan tinggal dipindah perabotnya. Maaf, karena sepengetahuan saya, biasanya yang sering dirubah tatanannya adalah perabot di dalam ruang, bukan tata ruangnya. Karena tata ruang melibatkan penyekat yang lebih statis. Kalau memang mau seperti itu, ya perabotnya itu saja yang sekaligus dijadikan sebagai sekatnya.

Mengenai partisi yang cocok, biasanya pengembang punya standar masing-masing. Partisi rangka holow dan papan gypsum munurut saya paling baik. sifat penyekat yang fix dan statis, dapet; sedangkan mudah dibongkar pasang, sehingga lebih mudah pula jika sewaktu-waktu anda ingin merubah tata ruang.

Mengenai desain interior dan perabot, banyak sekali literatur dan sumber di internet yang membahas itu. Semua perabot serba lipat sehingga bisa lebih lunak terhadap perubahan fungsi. Saya tidak perlu bahas lagi. Tetapi perlu saya ingatkan, melipat dan membuka perabot setiap berganti kegiatan bukanlah suatu hal yang mudah. Ini pola hidup. Siapkah anda? Atau keluarga anda? Jangan sampai anda ditinggal istri gara-gara dia tidak tahan dengan perubahan pola hidup itu. Dan perabot custom semacam ini biasanya masih sangat mahal. Meskipun anda orang Indonesia tulen, yang memang ahli dalam meniru bentuk dan membajaknya pada tukang kayu disekitar anda. Mungkin persiapan dana anda yang 20 juta itu akan langsung habis untuk membeli engselnya saja. Tragis!

Kalau saya, saya konvensional. Partisi tetap harus fix. Dengan uang anda, saya menyarankan hunting perabot sejenis Olympic-olympic-an. Ukurannya biasanya standar. Setelah anda pilih, lalu anda ukur perabot pilihan itu. Jadikan ukuran perabot itu sebagai dasar untuk menentukan ukuran ruang. Baru anda panggil tukang tuk bangun partisi gypsum. Dengan demikian bisa lebih efisien.

Berikut saya sampaikan usulan denah saya. Hampir semua terpenuhi, kecuali ruang makan. Saya sudah kehabisan akal untuk yang satu itu. Ada baiknya anda makan di warteg..

(click picture to enlarge)

Posisi kamar anak tersebut menghasilkan ruangan yang cukup untuk fungsi ruang keluarga, ruang kerja dan mungkin ruang makan.

… waktu berlalu …

Alkisah setelah si pemilik apartemen melihat usulan saya tersebut, begini responnya :

Terima kasih banyak atas desain denahnya! Saya benar-benar sama sekali tidak terpikirkan denah seperti ini… Dengan posisi kamar 2 di pojok dan ruang keluarga yang lebih lapang… Benar-benar cantik & cerdas!!! Saya sangat senang dan ingin sekali menggunakan denah yang bapak bikin ini nantinya. Sekali lagi terima kasih banyak, Pak! Salam sukses selalu!

Atas responnya itu, sepertinya saya berhak untuk sekali lagi berucap : Saya memang arsitek hebat!

salam pendar!

 

anda juga ingin berkonsultasi seperti bapak Teguh?

atau sekedar ingin mendapatkan pencerahan dari seorang arsitek hebat?

kirimkan permasalahan anda ke alamat : purbanikumasafi@gmail.com

pendarchitecture online studio

14 thoughts on “Renovasi apartemen T18

  1. waduh kalau biaya biaya sekarang macamnya ada banyak. sangat inovatif dan terus berkembang. saya pernah tau beberapa yang mengenakan biaya semacam ini. intinya karena dikerjakan oleh pihak luar, yang dianggap beresiko melanggar peraturan, standar atau apapun yang ditetapkan oleh pengelola, atau bisa jadi merugikan bangunan atau penghuni lain (mesalnya ketika dilakukan pengeboran atau pukulan, dinding tetangga jadi ikut retak), dikenakan biaya jaminan. dikenakannya pada saat mengajukan ijin untuk renovasi, untuk suatu masa yang ditentukan. setau saya tidak lebih dari 6 bulan sampai 1 tahun. dan bisa diambil kembali apabila tidak terjadi masalah. silahkan dipastikan lagi.

  2. Sore Mas Baba,temen saya baru selesai dibangun apartemennya (tipe studio) dan ketika masuk diberitahu terkena biaya renovasi sebesar 500rb dgn 2,5jt sebagai jaminan (padahal teman saya hanya untuk instalasi ac, tv, rak dan pemasangan foto dan kitchen set di dinding tanpa menambah sekat atau membangun sesuatu), ketika ditanya semua unit terkena biaya itu.

    Pertanyaan saya:

    1. apakah biaya renovasi ini sebenarnya ada atau hanya dibuat2 saja?

    2. Jika ada, yang termasuk biaya renovasi itu seperti apa? apa instalasi ac, tv, rak dan pemasangan foto dan kitchen set di dinding tanpa menambah sekat atau membangun sesuatu itu juga harus terkena biaya renovasi?

    3. Besaran Biaya renovasi ini berapa? apa ada standarnya?

    Terima kasih sblumnya Mas..
    Salam ^^

  3. @temmyreddevil
    aduh pak.. kok lugu sekali sampeyan ini.. apartemen itu sekarang sudah tidak lagi barang kelas atas.. kalo tipe tipe 18 dan sekitarnya mah masih mending rss.. sudahlah.. semua sudah terlanjur..
    eniwei, sayang sekali sampeyan tidak mencantumkan denah. tolong hati-hati dengan keinginan membongkar sekat. saya hanya mengingatkan, apartemen sampeyan akan semakin terasa sempit. karena pengalaman ruangnya semakin minim. tolong hati-hati.. studio tu emang dirancang untuk bujangan.. dan berdasarkan hasil survey bang haji, bujangan tu hobinya begadang. jadi dia nyampe di rumah udah capek, langsung tidur. besok pagi berangkat lagi. jadi dia gak butuh pengalaman ruang yang terlalu neko-neko. sedangkan ketika berkeluarga, sampeyan akan semakin banyak menghabiskan waktu di rumah.
    saya hanya takut, ketika apartemen yang anda mewahkan, hanya berakhir tidak lebih daripada rss.. saya hanya takut, ketika kamar hotel yang anda impikan, hanya berakhir tidak lebih daripada bilik kost.. saya hanya takut..

  4. Saya baru beli apartemen ******* di Kebon Jeruk dan masalahnya sama sepertinya apa yang tergambar di brosur dulu sama setelah jadi sepertinya sama. Saya kepikiran untuk dibuat menjadi type studio saja jadi sekat gipsum nya saya mau bongkar dan dibuat menajdi seperti kamar hotel saja, kebetulan anak juga masih kecil (1 1./2 thn) dan masih aman lah sampai 2-3 thn kedepan baru nanti saya jual dan beli rumah yang “napak tanah”..

    Selain itu saya sangat kecewa dengan finishing di flooringnya dan saat ini dalam tahap complaint karena saya sudah dikenakan service charged sedangkan unit belum saya tempati karena buat saya apartemen ini belum selesai. Saya gak mau dong terima unit dengan ubin yang tinggi rendah, sudah seperti beli rumah RSS saja jadinya…

  5. @ ken

    saya sudah hampir putus asa nungguin ada respon menyerang seperti ini. hampir saya tutup lapak. eh muncul sampeyan. makasih, mari kita eksplor.
    maksud anda memperinci sampai waktu penggunaan dsb, saya yakin ngarahnya ke ruang multi fungsi. kan saya juga udah sebut bung.. perabot lipat.. baca lagi dong..
    komprominya juga udah saya bahas bung.. membuka dan melipat perabot setiap ganti aktifitas itu merupakan gaya hidup. apakah siap?
    dan saya juga sebut, 20 juta cuma habis buat engsel. ini saya serius lho. kalo untuk engsel perabot lipat, harus yang bagus. minimal hafele. kalo pake yang murah, pasti seret, berat. pasti sebentar juga istrinya minta cerai. capek boo..
    masalah di generalisasi, setiap titik punya konsekwensinya. saya pernah jadi wartawan arsitektur. saya nanya sama arsitek hebat (sehebat saya) “perumahan yang semua rumah dibikin sama itu menurut saya adalah pelacuran arsitek, bagaimana menurut anda?” jawaban dia, “tolong hati-hati. setiap keadaan tidak bisa diselesaikan dengan penyelesaian yang ideal. kalau memang mampunya masyarakat masih pada taraf itu, mengapa harus dipaksakan semua custom? pembangunan masal itu pasti lebih murah”
    sekarang lihatlah kondisi di bapak yang punya masalah ini, dimana taraf beliau? dan ketika diidealkan pun, apakah proses dengan email seperti ini memadai?
    mengenai warteg, saya yakin anda sudah tahu kalau itu bercanda. pun saya sudah menyinggung bahwa ruang keluarga bisa juga jadi ruang makan dsb, toh kebutuhannya juga tetap meja dan kursi..

    saya berharap mas ken bisa menyertakan ide-ide cemerlang tentang solusi desain terhadap permasalahan ini, yang tidak berkesan putus asa.. saya akan tetap menunggu walau saya yakin itu tidak akan pernah ada..

    plis mas ken, komen di halaman-halaman lainnya, serang saya dari berbagai sudut.. saya suka diserang.. karena saya yakin pasti menang… ha.. ha.. ha.. hehe.. saya memang hebat bukan?

  6. menarik, luasan segini dengan kebutuhan wadah kegiatan yg banyak, sebenarnya kalau mau dirinci program kegiatannya sampai ke pelaku kegiatan, waktu penggunaan, relasinya, sejauh apa kompromi pelaku ( tiap manusia unik, tdk bs jg digeneralisasi sbg “masyarakat kebanyakan”, kalau pengen kaya kebanyakan ya gausah pake arsitek) dst, masih banyak alternatif lain, tinggal usahanya. yg anda buat tdk jauh beda dengan denah yg klien anda buat, tdk ada kompromi, terkesan putus asa juga. kalau menyarankan klien untuk makan di warteg saja maka untuk indehoi pun bs di kamar mandi saja kalo gitu ga usah bikin ruangan khusus indehoi yg menuh2in layout itu hehe… becanda (juga).

  7. salam pendar..

    maksudnya, ranjang bertingkat? si anak diatas, bapak ibu di bawah? kalo si anak ngglundung pas bapak ibu lagi indehoi, jadi trisom dong.. wakakakakaa.. becanda. laci di bawah bed, termasuk improf yang normal dan juga sudah banyak dipake. yang nggak ngerti cuma bagian ‘jendela di sisi kasur’.. gak kebayang.. bagi poto apartemen di us itu dunk! hehe.. nice reply!

    salam pendar!

  8. Lol! Ya.. Kl ga.. Di bikin open aja. Trus buat kids + master, di bikin bertingkat. (600mm high) jd bisa bikin drawer2 buat nyimpen baju+dll. Jadi kasurnya musti di desain khusus. Trus ada ‘jendela2’ gt di sisi kasurnya. Kesannya terbuka + bisa di pake buat book shelving/entertainment unit. Trus rmh jd berasa luas. Begono.. Ngerti ga ama maksudku?
    Ada contoh nyatanya, salah satu designer di us, apartmnnya sama kaya ini, tp kesannya luas bgt. Karena design khusus kasurnya. Hehehe..

  9. salam pendar..

    wakakakaka.. lho, memang harus di etrek2 li.. supaya semua tahu betapa pentingnya ini. soalnya, perkara tempat tinggal adalah perkara yang menentukan. sampai merubah pola hidup seseorang. hidup bahagia selamanya atau semakin berantakan. jadi kalo selama ini denger tentang fengshui, ‘kalo gak diikutin bisa seret rejeki’ dkk. mungkin seperti itu. tapi sebab akibatnya dibikin lebih teknis daripada sekedar menghadap pantai dan membelakangi gunung. gitu soobbbsss…
    lha iyo li.. apartemenmu lak yo gak bedo adoh ambek 18m2 iku yo? hehehe..

    salam pendar!

  10. ealah ba baa….. 2x aku dibikin penasaran untuk membuka webpage ini….pertama bilang: oooppoooo iku, wong segala macem pernak pernik isinya ensiklopesi si buruk rupa, lha isinya kok rubrik konsultasi… cuman 1 lg..
    kedua: rubriknya bertambah 2, brarti nih anak emang serius mo isiin itu… hahahaha…dudull…
    ga pingin konsul juga… soale, kuatir di etrek2 kyk si mas yg pengen dapet rg keluarga, rg makan, dapur, rg anak untuk luas bangunan cuma 18 m2…. but, thanks… good enough to inspiring me..

  11. @Niea Nadya

    salam pendar..

    horeeee… ada yang comment!
    ini serius mbak, tapi sudah setahun yang lalu. ide menyiasati ruang terbatas dengan perabot lipat memang banyak di internet. Tapi penerapannya tidak seindah desainnya. Susah lho mengajak diri kita sendiri untuk terbiasa melipat perabot satu dan membuka perabot lainnya setiap berganti kegiatan. awal2nya sih pasti mau. Euforia. Tapi lama-kelamaan, untuk sehari-hari, tinggal kasur aja yang tetep terbuka, tidur disitu, makan disitu, dll. apalagi kalo sudah keluarga.
    dan mahal, soalnya engsel2 buat begituan gak mungkin pake yang murah. harus yang mahal, hafele dan sejenisnya. kalo pake yang murah, buka tutupnya seret. bakalan semakin males. sedangkan menghabiskan puluhan juta cuma buat engsel, bukan suatu pilihan buat masyarakat kebanyakan.
    apalagi contoh yang ekstrim itu, yang kabin bertingkat pake roda. ceiling level apartemen di indonesia mana ada yang bisa buat begitu? bisa encok bin tengengen kalo tiap waktu harus nunduk. apalagi fungsi rodanya, mau dipindah kemana kalo ruang studionya cuma 18m2?
    kebanyakan ide desain hanya indah ketika jadi ide. penerapannya pun sebatas untuk sayembara. apalagi orang kita yang begini malasnya.. tapi buat brainstorming emang bagus. hehe..

    salam pendar!

  12. ini lucu2an apa serius sih?

    kalo serius… the proposed design is too tight. You’d better make it open and use sliding panels to create rooms. if it possible, make the bed to easily pull out or in (for the kids bed) therefore you can use it as living room once it’s not used.

    Main bed, you could make it 600mm higher from floor level and use that 600 space for robe plus entertainment unit.

    this is few example of how to maximize super small apartment:
    1. http://dornob.com/space-age-apartment-sliding-white-walls-secret-spaces/
    2. http://freshome.com/2011/03/05/surprisingly-small-apartment-in-paris-with-a-charming-redwhite-interior/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+FreshInspirationForYourHome+%28Fresh+Inspiration+for+Your+Home%29&utm_content=Google+Reader
    3. http://freshome.com/2007/10/03/small-apartment-but-flexible-by-setmund-leung/
    or if you want a bit extreme, try this one: http://dornob.com/feng-shui-to-go-modular-lofted-mini-apartment-on-wheels/

    hope that will helps

    about the cost.. might be cost you more than rp 20.000.000

bagi komennya dooonggg...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s