PENDAR - dedek T60

renovasi type 60

PERMASALAHAN :

dear pendar..

Saya berencana untuk merenovasi rumah (rumah masih dibangun oleh pengembang).
Berikut saya sampaikan denah awal,

eksisting T60

 (click link above for images-pdf)

Rumah ada dihook (hook yg boleh dibangun) ada kelebihan tanah disebelah kiri dengan posisi lebar didepan. Rumah (mungkin, soalnya blm pasti) menghadap ke utara.

Saya juga sudah coba bikin-bikin denah hasil coret-coret sendiri dan detail pengembangan,

denah renov

keterangan renov

(click link above for images-pdf)

Mohon ide-ide dan pendapatnya tentang rencana renovasi.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Thanks, Dedek.

 

Menanggapi email itu, sebagai arsitek hebat saya memberikan tanggapan..

Salam,

Pertama, apakah bapak akan langsung merenovasi rumah bapak, langsung pada saat rumah diserahkan oleh pengembang nantinya? Kalau iya, minta pengembangnya stop dulu. Matangkan rencana renov bapak, lalu ajukan ke pengembang. Dari situ nanti bisa langsung dibangun sesuai keinginan bapak. Biasanya akan dihitung addendum dan tentunya biayanya menjadi lebih murah daripada bapak harus membangun dua kali.
kedua, gambar yang bapak sampaikan, tidak menunjukkan posisi jalan. Kalau di sisi depan, pasti ada jalan. Tetapi sisi teras samping (kanan), apa juga ada jalan? Kalau keadaannya memang demikian, tentu saja tanah yang sisa (kiri) itu bisa dimanfaatkan karena tidak terkena sempadan dll. Tetapi, kalau memang seperti itu, berarti posisi carport berada di sudut jalan. Hal ini sekali lagi membuat saya sedikit ragu, karena tidak lazim terjadi pada kawasan yang direncanakan. Semakin bingung ketika saya membayangkan, lalu tanah tetangga bapak, bentuknya seperti apa?
Ketiga, tentang tanah sisa itu, sepertinya akan menjadi area mati. Pada dasarnya, tanah dengan bentuk seperti itu kurang efektif untuk dikembangkan, karena bentuk ruang yang terjadipun menjadi kurang baik. Biasanya orang akan memaksakan untuk membangun habis tanah, dengan maksud mendapatkan ruang yang lebih besar, namun malah berakibat bentuk ruang yang miring-miring dan tidak dapat digunakan pada akhirnya.
cara bapak untuk memaksimalkan bentuk ruang yang masih bisa bagus pada tanah sisa itu, dan membiarkan sisanya sebagai taman, memang sudah benar. Namun, taman sisa itu biasanya akan efektif jika bersinggungan dengan ruang-ruang aktifitas (ruang keluarga, dsb), bentuk taman yang tidak simetris akan memberikan nuansa lain dan lebih dinamis. namun jika bersinggungan dengan ruang privat (kamar tidur, dsb), maka sepenuhnya taman sisa itu akan menjadi benar-benar sisa saja. Hal ini akan semakin menyulitkan bapak untuk maintenance, keamanan pun menjadi berkurang.
Untuk tanah sisa di belakang dapur, saya sarankan dibangun sampai habis saja. Tanah sisa sesedikit itu rawan ‘hilang’ pak (Tiba-tiba dinding belakang rumah tetangga dibangun berhimpit dengan dinding belakang bapak itu), sedangkan tanah itu bapak beli.
Mengenai kamar mandi utama, dengan luas 2×2, maka semua kebutuhan yang bapak inginkan (bathtub, shower, kloset, wastafel) tidak akan cukup. Untuk kamar mandi sharing, bisa mengambil tanah di halaman depan, sehingga bentuk ruang kamarnya bisa lebih sederhana. (mohon ditanyakan dulu, apakah sempadan depannya memang harus 6,5 m? Karena untuk kelas kavling seluas kavling bapak, sempadan itu sepertinya terlalu besar)
Mengenai kamar mandi sharing itu, apa tidak sebaiknya dijadikan kamar mandi luar saja? Karena jika nanti harus ada kamar mandi tamu (sebagaimana bapak inginkan) dan masih ada lagi kamar mandi servis untuk PRT, saya rasa akan terlalu banyak kamar mandi di rumah bapak. Ini berkaitan dengan maintenance.
Untuk lantai dua, saya harap bapak dapat lebih berhati-hati ketika mewujudkan kalimat bapak ‘tinggal mempertebal dak yang ada’. Karena biasanya, lanjutan kalimatnya adalah ‘tinggal menunggu ambruknya saja’.

Mengenai gudang, sepertinya bisa diatas sekalian. Namun tergantung gudangnya akan diisi apa, karena akan berpengaruh pada akses (tangga). Mengenai tangga, untuk fungsi seperti yang bapak rencanakan, tangga putar saja cukup pak. bisa diletakkan di taman belakang.
Sepertinya penjelasan saya sudah terlalu panjang. Untuk langkah selanjutnya, saya butuh posisi jalan terhadap kavlingnya dulu pak. Saya tunggu informasinya.

Terima kasih.

 

Atas tanggapan dari arsitek hebat itu, si bapak kembali memberikan tanggapan..

Terakhir saya liat (kemaren) rumah sudah jadi tinggal difinishing. Sebenarnya posisi rumah saya ada diujung jalan dan disisi kiri jalan membelok, jadi hasilnya rumah saya ada tanah sisa disisi kiri yg bisa dibangun karena bukan hook sudah konfirmasi dgn pengembang)
Untuk posisi jalan, ada didepan. Untuk sisi kiri dan kanan tidak ada jalan. Sisi kiri itu tanah sisa yg sudah saya bayar, jadi sudah dikonfirmasi bisa dibangun. Car port ada disisi kanan.
Rencannya saya ingin agar disisi kiri tanah yg tidak simetris akan saya buat jalan yg nantinya akan ditanami kembang&bunga (kira2 60cm) yg menghubungkan dari depan ke dapur (ada pintu yg saya gembok didepan), berhubung sisi kiri menghadap timur, saya ingin buat jendela.
kalo untuk kamar mandi yg ada bathtube minimal ukuran berapa?
Untuk sempadan hanya 3.5m dari depan. Untuk kamar mandi, saya ingin menggabungkan kamar mandi tamu dengan kamar mandi pembantu.

Thanks, Dedek

SOLUSI DARI pendarchitecture studio :

salam pendar..

saya rada bingung dengan rencana bapak. Karena saya raja kritik, ya saya sampaikan lewat hujatan saja ya pak.

Begini, satu, kamar mandi pembantu biasanya dibuat standar pak. Jadi kalo tamunya disuruh ke kamar mandi pembantu, kamar mandi pembantu harus dibuat bagus. Sedangkan kenapa saya minta sekalian kamar mandi tamu dan kamar mandi anak jadi satu, karena kamar mandi untuk anak sudah pasti dibuat lebih bagus.

Dua, tentang kamar mandi lagi, membiasakan hdiup dengan kamar mandi dalam untuk dua kamar agak susah pak. Karena harus membiasakan membuka dan mengunci dua pintu. Kalau lupa salah satu, bisa porno akibatnya. Saya berusaha menghindari untuk yang satu ini.

Tiga, lagi-lagi tentang kamar mandi. Membongkar satu dan membuat baru pada lokasi lain, itu boros pak. Memang pada usulan saya nantinya, kamar mandi itu juga dibongkar. Tetapi dipindah pada lokasia yang berdekatan. Sehingga tidak perlu utilitas baru. Hanya perlu disambung saja.

Empat, kamar yang belakang, sayang kalo dibongkar 2 sisi dindingnya. Nggak semua orang bisa seroyal bapak, yang dinding baru jadi langsung mau dibongkar lagi. pada perencanaan saya, kamar itu dipertahankan (pada rencana saya perbesar ke belakang biar sama ukuran dengan kamar anak yang di depan. bisa jadi tidak perlu). Sedangkan kamar utama yang luasannya berbeda, dibuatkan yang baru.

Berikut usulan yang saya unggul-unggulkan itu..

(click picture to enlarge)

Saya memang arsitek hebat!

salam pendar!

 

anda juga ingin berkonsultasi seperti bapak Dedek?

atau sekedar ingin mendapatkan pencerahan dari seorang arsitek hebat?

kirimkan permasalahan anda ke alamat : purbanikumasafi@gmail.com

pendarchitecture online studio

bagi komennya dooonggg...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s