PENDAR - yudi 1

yang ini, beneran rumah tumbuh..

PERMASALAHAN :

dear pendar..

Saya dan istri berencana membangun rumah di tanah kapling, dengan Lb 80 (2 Lt) dan lt (14 X 20 ). Rumah menghadap ke utara dan kami menginginkan rumah dengan ukuran kecil 80m2 dengan halaman yang luas dan dengan banyak bukaan jendela ke taman di sisi samping dan belakang.

   
(click picture to enlarge)

Krn dana yang terbatas,tahap awal rencananya kami hanya membangun rumah 2 lantai dengan luas total bangunan berkisar 80 m2. Kami sebenarnya pasangan baru yang belum punya anak, jadi kami sementara hanya merancang 1 kamar anak dahulu di lantai 2.

Dengan luas 80-90m2 (jika memungkinkan) kami dapat minta bantuan bapak merancang:
Lantai 1 :ruang tamu kecil, kamar tidur tamu, ruang keluarga, dapur dan ruang makan.
Lantai 2 :kamar tidur utama, kamar tidur anak, ruang keluarga dengan balkon dan void.
Kedepan jika ada tambahan dana mohon dibuatkan denah 1 kamar anak, kamar pembantu dan gazebo yang dapat berfungsi juga sbagai mushola.

Dilantai satu, kami ingin tetap ada ruang tamu kecil, ruang keluarga, ruang makan, kamar mandi dan kamar tidur tamu. Mengenai kamar tidur tamu, kami ingin mengetahui pandangan bapak, apakah perlu? Karena sisa tanah di halaman belakang cukup luas, kami juga berharap bukaan jendela kaca cukup banyak dan lebar. Rencana kedepan tetap ada keinginan pengembangan untuk service area dan kamar pembantu tentu saja

Pada mulanya kami mendesain rumah 2 lantai tanpa void (tingkat full) tapi dengan khawatir nantinya malah berkesan sumpek karena luas bangun masing-masing lantai tidak begitu besar hanya berkisar 40 m2 maka memutuskan untuk memberikan area terbuka (void), ditambahkan dgn 2 kmr tidur, kmr mandi, mushola dan ruang keluarga kecil.

keputusan membangun 2 lantai (padahal dana terbatas) lebih dikarenakan “keharusan” mengikuti bangunan disekitar cluster yang semuanya 2 lantai.

Kami mohon masukan dan revisi dari bapak Purbani dari denah yg kami buat (mohon maklum masih amatir) dilihat dari segi layout interior, lalulintas orang dan sirkulasi udara serta cahaya yang masuk ke ruangan, dan untuk ruang pembantu akan dibangun menyusul kemudian kearah belakang.

Oiya, dan view juga. Di bagian depan kami mendapatkan view yang cukup bagus ( taman dan swimming pool) karena area ini cukup luas/terbuka, maka sirkulasi udara dari arah depan juga cukup baik. Dengan luas bangunan hanya 80 m2, dikedepannya kami berencana dihalaman belakang/depan akan dilengkapi kolam ikan serta gazebo. Mohon masukan dari bapak untuk peletakan posisinya.

Dilihat dari jumlah unitnya memang tidak terlalu banyak, tapi konsep cluster ini juga tetap mempertahankan pohon-pohon rindang yang telah ada, seperti masih ditemui pohon kedondong, kecapi, coklat, beberapa pohon durian dan rambutan, mangga, belimbing, dan pohon besar seperti melinjo, asam maupun mahoni serta yang lainnya. Selain itu juga apakah denah ini dapat dikembangkan menjadi rumah tumbuh dikedepannya?

Terimakasih banyak atas perhatian dan masukan dari bapak.

regards,

Yudi dan Dewi.

 

SOLUSI DARI pendarchitecture studio :

salam pendar..

Sebelumnya saya mohon maaf, Untuk rumah dengan lingkungan dan view sebaik yang bapak ceritakan, maka denah yang telah bapak buat itu, bagi saya kurang dapat memaksimalkan keindahan tersebut.

Saya akan lebih memilih untuk menenpatkan ruang-ruang aktifitas (ruang keluarga, dsb) pada sisi yang berbatasan dengan keindahan tersebut. tentunya tergantung dengan karakteristik keluarga bapak, apakah suka berkumpul (menonton televisi bersama, dsb), atau lebih suka beraktifitas secara pribadi di dalam kamar masing-masing (dan sepertinya karakteristik keluarga bapak adalah yang kedua, karena semua kamar memiliki akses view yang sangat maksimal). Atau bapak belum mempertimbangkan hal ini? (pada jawaban si bapak, diketahui kalau memang tidak diperhitungkan)

Hal ini kemudian berkaitan dengan potensi rumah tumbuh. Pada dasaranya, rumah tumbuh itu tergantung pada ketersediaan akses pada ruang-ruang yang akan tumbuh selanjutnya. Tentunya area taman adalah kemungkinan termudah untuk dialihfungsikan sebagai lokasi pertumbuhan ruang tersebut. dan logis, bahwa area aktifitas adalah akses menuju ruang yang tumbuh kemudian itu. sehingga untuk menjadi rumah tumbuh, maka ruang aktifitas harus berbatasan langsung dengan taman.

Mengenai kamar mandi, harap diperhatikan bahwa kamar mandi di lantai atas, berada tepat diatas ruang makan di lantai bawah. Menurut saya, ini kurang baik. Membayangkan bahwa saya makan, sedangkan diatas saya, mungkin saja sedang ada yang buang air. Selain itu kamar mandi adalah ruang yang bersifat padat utilitas. Sehingga akan lebih baik jika dikumpulkan. Di lantai bawah kamar mandi, maka tepat di lantai atasnya juga kamar mandi. Mungkin seperti itu akan lebih baik.

Mengenai ruang keluarga di lantai bawah. Dalam bayangan saya, kemungkinan utama perletakan area servis nantinya adalah di belakang ruang keluarga tersebut. karena posisi pintu samping terdapat dalam satu garis pada area itu. sehingga akan lebih baik jika dapurlah yang berada disitu.
Sedangkan posisi dapur pada denah bapak itu, bagi saya terlalu privilege. Berada pada sudut paling potensial untuk mendapat view. Tentunya ruang keluarga akan lebih tepat berada disitu.

Berhubungan dengan hal tersebut, maka dilantai atas juga perlu ditukar perletakan antara kamar tidur 3 dengan void. Void bapak saat ini, menurut saya tidak akan berfungsi efektif. Bisa dicoba untuk menyatukan antara tangga dan void.

Keputusan bapak untuk membangun dua lantai, bukanlah sebuah keputusan yang biasa. bahkan mencengangkan karena ada kata “keharusan”. Saya tercengang. Wow! Sedemikian kuat lingkungan mempengaruhi keputusan seseorang. Bahkan mengijinkan dirinya untuk ‘diharuskan’, pada sesuatu yang seharusnya menjadi ranah pribadi keluarga. apalagi tanahnya di ujung.. sbenernya bisa lebih bebas..

Dalam pemahaman saya, biasanya developer besar memang berlaku seperti itu. memaksakan pakem-pakem tertentu untuk diikuti pemilik lahan, dengan maksud untuk menciptakan citra lingkungan. Dan biasanya sedikit alot karena pemilik lahan memiliki keinginan lain. nah si bapak ini malah berfikir sebagai developer terhadap dirinya sendiri. Saya jadi curiga si bapak kerasukan jin developer.. hipnotis mungkin?

hal lain, jika kebutuhan untuk rumah tumbuhnya bisa didefinisi sekarang, mungkin bisa sekalian ditata pertumbuhannya. kalau memang ada rencana area servis, biasanya akan lebih baik jika direncanakan dari sekarang. masalah mau langsung dibangun atau bertahap, itu tidak masalah. yang penting saat sekarang sudah bisa dibayangkan kontinuitasnya. biasanya area servis akan lebih baik jika diletakkan dalam satu garis dengan dapur, pintu samping dkk. Tetapi karena si bapak masih belum bisa menentukan secara pasti, sehingga tidak bisa dilakukan.

            

(click picture to enlarge)

Demikian usulan saya. mengenai rencana sekarang dan pengembangannya. mengenai penempatan gazebo mushala, bisa diletakkan tepat stu garis di belakang ruang keluarga. Mengenai kamar tidur tamu, saya kok cenderung menganggap keberadaannya sedemikian eksklusif. Mestinya tamu keluarga bisa berbaur dengan anak-anak, atau menggelar karpet di ruang keluarga. Kesannya lebih romantis. Tetapi jika bapak merasa membutuhkan, bisa ditambahkan satu ruang diatas kamar tidur utama. Kamar tidur utama naik, yang bawah untuk tamu. Saya memang arsitek hebat!

 

salam pendar!

 

anda juga ingin berkonsultasi seperti pasangan Yudi & Dewi?

atau sekedar ingin mendapatkan pencerahan dari seorang arsitek hebat?

kirimkan permasalahan anda ke alamat : purbanikumasafi@gmail.com

pendarchitecture online studio

bagi komennya dooonggg...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s